PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu. Tanpa
pertolongan-Nya, saya tidak akan sanggup untuk menyelesaikan tugas Psikologi
Bisnis ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada
baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan
syafa’atnya di akhirat nanti. Saya selaku penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas
limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran,
sehingga saya mampu untuk menyelesaikan tugas Psikologi Bisnis ini dengan motivasi
yang baik.
Saya menyadari bahwa tugas ini masih masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat banyak kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk
itu, saya mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk tugas ini, agar
kedepannya saya dapat memperbaiki kesalahan yang sudah saya lakukan dan agar
nantinya tidak terulang kembali. Saya memohon maaf apabila masih banyak
terdapat kekurangan dalam tugas ini. Saya juga mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak khususnya kepada dosen Psikologi Bisnis saya, Bapak Seta A.
Wicaksana, M. Psi yang telah mengarahkan
saya agar dapat menyelesaikan masalah ini.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.
I.
Latar
Belakang Kasus
PT.
PLN (Persero) merupakan salah satu BUMN yang mendukung perlunya pelatihan bagi
karyawan, hal ini terlihat dari banyaknya karyawan yang diikut sertakan dalam
pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing. PT. PLN (Persero)
merupakan salah satu perusahaan BUMN dibidang jasa pelistrikan yang mendukung
perlunya pelatihan berbasis kompetensi bagi karyawan dikarenakan pada Unit
cabang seperti PT. PLN (Persero), Unit Layanan Salatiga sering terjadinya mutasi
antar pegawai dan peningkatan kompetensi atau penambahan kompetensi
masing-masing individu.
Berdasarkan
Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor: 412.K/Dir/2008, Tanggal 31 Desember
2008 tentang “Sistem Pendidikan dan Pelatihan Pegawai”. Pelatihan berbasis
kompetensi dalam lingkup PT. PLN (Persero) merupakan salah satu proses dalam
rangka mengembangkan kompetensi individu. Tuntutan pekerjaan serta pola kerja
yang terarah ke masa depan dan era modern akan membuat karyawan perbacu
mengembangkan serta meningkatkan kinerja agar lebih baik.
II.
Teori
Kompetensi
didefinisikan sebagai kemampuan dan perilaku yang diharapkan oleh perusahaan
yang merepresentasikan performa bekerja (Armstrong,
2006). Karakteristik kompetensi biasanya meliputi kemampuan, pola pikir
dan performa yang baik. kompetensi juga biasanya dikenal sebagai alat keputusan
dan bukan sebagai alat untuk bertindak (Gilley, Gilley, Quatro, & Dixon, 2009). Ada
beberapa tipe kompetensi, kompetensi perilaku mengacu pada kemampuan bekerja
sama, komunikasi, kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Kompetensi teknis,
mengacu pada kemampuan individu itu sendiri (pengetahuan dan kemampuan) (USA Information Resources Management Association, 2012).
Model
HR kompetensi dibagi dalam beberapa bagian; talenta, mengacu pada rencana
pekerjaan, ketertarikan dalam suatu bidang, pengembangan karyawan, manajemen
turnover. Performa mengacu pada, keterikatan karyawan, pergantian managemen,
projek managemen dan performa managemen itu sendiri. Kapabilitas perusahaan,
berisi desain perusahaan, efektifitas perusahaan dan pengembangan perusahaan.
Platform, mengacu pada kompensasi, manfaat, kebijakan managemen, sistem HR dan
managemen vendor. Kreditibiltas, mengacu pada fokus bisnis, pengaruh dan
inisiatif (Gilley, Gilley,
Quatro, & Dixon, 2009).
Alasan
mengapa perusahaan untuk menggunakan kompetensi, pertama mengacu pada
penilaian, pelatihan dan proses personalia lainnya akan membantu meningkatkan
kinerja karyawan; dan kedua, bahwa kompetensi menyediakan sarana untuk
mengartikulasi nilai perusahaan sehingga persyarakat mereka mampu diwujudkan
dalam praktik SDM (Armstrong, 2006).
III.
Metodologi
Metodologi yang dipakai pada pembahasan
kali ini adalah kajian literatur.
IV.
Analisis
Pelatihan
kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaan dalam PT. PLN (Persero) sangatlah
dibutuhkan. Pelatihan kompetensi bagi para karyawan di PT. PLN (Persero) dapat
sangat berguna bagi peningkatan dan pertumbuhan perusahaan serta perkembangan
diri masing0masing karyawan disana. Hal tersebut dapat diungkapkan karena jika
dikaitkan dengan teori yang telah dijelaskan sebelumnya, kompetensi
didefinisikan sebagai kemampuan dan perilaku yang diharapkan oleh perusahaan
yang merepresentasikan performa bekerja (Armstrong,
2006). Karakteristik kompetensi biasanya meliputi kemampuan, pola pikir
dan performa yang baik.
Ada
beberapa tipe kompetensi, kompetensi perilaku mengacu pada kemampuan bekerja
sama, komunikasi, kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Kompetensi teknis,
mengacu pada kemampuan individu itu sendiri (pengetahuan dan kemampuan) (USA Information Resources Management Association, 2012).
Bagi PT. PLN (Persero) yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa
pelistrikan, pelatihan kompetensi sangatlah penting terutama pada tipe
kompetensi teknis yang meliputi kemampuan individu itu sendiri. Jika para
karyawan di PT. PLN (Persero) telah memiliki kompetensi yang baik dalam
bidangnya masing-masing, maka secara positif akan meningkatkan kinerja karyawan
dan tercapainya tujuan perusahaan sesuai yang telah ditargetkan.
V.
Kesimpulan
Kompetensi
sangatlah penting dan dibutuhkan bagi manajemen sumber daya manusia. Kompetensi
sangat berkaitan dengan manusia karena merupakan kunci dari kinerja kerja karyawan
pada suatu perusahaan. Seorang karyawan yang memiliki kompetensi yang baik akan
memiliki kinerja kerja yang baik pula. Dengan kinerja yang lebih baik,
pekerjaan yang dikerjakannya akan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan
efisien.
Referensi
Armstrong, M. (2006). A handbook of human resource management
practice. Kogan Page Publishers.
Gilley, A., Gilley,
J, W., Quatro, S, A., & Dixon, P. (2009). The praeger handbook of human resource
management. USA: Preaeger Publishers
USA Information Resources Management
Association. (2012). Human Resources Management: Concepts, Methodologies, Tools
and Applications.
Komentar
Posting Komentar